MATEMATIKA
CERIA
Tak
dapat dipungkiri bahwa teknologi kini sangat berkembang pesat. Teknologi,
misalnya teknologi informasi dan komunikasi, telah menjadi hal yang tidak dapat
dipisahkan dari aktivitas manusia saat ini. Pada satu sisi, perkembangan teknologi
membawa banyak manfaat yang luar biasa bagi manusia. Dampak penggunaan
teknologi telah dikaji selama beberapa dekade. Selain dampak positif, kemajuan
teknologi juga dapat berdampak negatif bagi manusia jika tidak digunakan secara
bijak. Dalam berbagai penelitian mengenai dampak negatif penggunaan teknologi
bagi perkembangan pribadi siswa, ditemukan bahwa penggunaan teknologi bisa
berdampak buruk bagi sikap siswa. Siswa cenderung berperilaku negatif sehingga mengakibatkan
minat mereka dalam belajar menurun yang berdampak pada prestasi belajar siswa. Matematika
merupakan mata pelajaran yang kurang dominan disukai oleh siswa, jika minat
siswa kurang Matematika pun akan menjadi ‘momok’ bagi mereka.
Tim Program Kreativitas
Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat yang terdiri dari Yosep Cahyo Ardi,
Yosafat Ardian Kristiarta, Gerardus Wibisono, Valentina Ade Putri W, dan
Galatha Galih Inpriani dengan dosen pembimbing Veronika Fitri Rianasari, M,Sc. Merancang
pembelajaran Matematika yang dikemas dalam cerita anak sehingga anak dapat
belajar Matematika dan juga dapat memetik nilai-nilai yang terkandung dalam
cerita anak tersebut. Tim
pelaksana PKM-M memberikan judul Matematika Ceria (pembelajaran Matematika
dengan cerita anak) sebagai upaya mengembangkan karakter, minat, dan prestasi
belajar siswa. Program ini dimaksudkan dapat memberikan pendidikan karakter
bagi siswa-siswa, sehingga kelak jika mereka sudah dewasa dapat mempunyai
karakter yang baik. Selain itu,program ini dimaksudkan untuk menembangkan minat
belajar siswa, dan prestasi belajar siswa dalam bidang Matematika.
Masyarakat sasaran dari
program ini adalah SD Kanisius Minggir Yogyakarta. SD Kanisius Minggir terletak
di sebelah barat kota Yogyakarta, perjalanan untuk sampai di masyarakat sasaran
tersebut sekitar 45 menit dari kota Yogyakarta. Pada awalnya tim pelaksana PKM-M
melakukan pre-test kepada siswa kelas 2 di SD Kanisius Minggir Yogyakarta, data
pre-test menunjukkan bahwa siswa-siswi tersebut kurang memahami konsep-konsep
operasi dasar Matematika terutama perkalian dan pembagian. Selain pengamatan
dari hasil pre-test, hasil pengamatan tim pelaksana menunjukkan bahwa karakter
siswa dan minat untuk belajar masih kurang. Hal inilah yang mendorong tim pelaksana
PKM-M untuk melaksanakan pembelajaran dengan cerita anak di SD Kanisius Minggir
Yogyakarta.
Pembelajaran ini dilakukan sebanyak 12 kali
pertemuan selama 2 jam pembelajaran (2 x 35 menit) untuk setiap pertemuannya.
Kegiatan dimulai dengan drama kecil, menyimak, dan memahami cerita yang
dibawakan oleh pelaksana PKM-M. Setelah kegiatan awal berakhir, siswa dengan didampingi
oleh tim pelaksana menyelesaikan permasalahan Matematika yang terdapat dalam
cerita tersebut. Tim pelaksana PKM-M menyediakan beberapa macam alat peraga
Matematika seperti : Dakon, Sempoa, dan Kartu Domino Perkalian. Dengan adanya
alat peraga tersebut siswa menjadi lebih tertarik untuk menyelesaikan
permasalahan-permasalahan Matematika yang terdapat dalam cerita yang dibawakan.
Pada kegiatan akhir siswa menyimpulkan dari proses pembelajaran pada pertemuan
tersebut. Kesimpulan ini berupa penyampaian pendapat dari masing-masing siswa
terhadap pesan-pesan positif yang mereka dapatkan selama mereka menyimak cerita
Matematika yang dibawakan oleh tim pelaksana PKM-M.
Tim pelaksana PKM-M berharap
melalui pembelajaran ini siswa-siswi SD Kanisius Minggir dapat berkembang baik
dalam hal akademik maupun non akademik. Diharapkan melalui pembelajaran
Matematika dengan cerita anak ini siswa mempunyai kemampuan yang baik dalam
meyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan Matematika, mempunyai
karakter yang positif dan minat yang tinggi, sehingga dengan minat yang tinggi
dan karakter yang baik dapat menjadikan prestasi mereka lebih meningkat.
Komentar
Posting Komentar