logika proposisi
Logika adalah suatu
displin yang berhubungan dengan metode berpikir. Pada tingkat dasar, logika
memberikan aturan-aturan dan teknik-teknik untuk menentukan apakah suatu
argumen yang diberikan adalah valid. Berpikir logis digunakan dalam matematika
untuk membuktikan teorema-teorema, dalam ilmu komputer untuk menguji kebenaran
dari program dan untuk membuktikan teorema-teorema, dalam ilmu pengetahuan alam
untuk menarik kesimpulan dari eksperimen-eksperimen, dalam ilmu pengetahuan
sosial dan dalam kehidupan sehari-hari untuk menyelesaikan banyak masalah.
Tentu saja, kita tak henti-hentinya menggunakan pemikiran yang logis.
Dalam logika kita
tertarik kepada benar atau salahnya dari pernyataan-pernyataan
(statemen-statemen), dan bagaimana kebenaran/kesalahan dari suatu statemen
dapat ditentukan dari statemen-statemen lain. Akan tetapi, sebagai pengganti
dari statemen-statemen spesifik, kita akan menggunakan simbol-simbol untuk
menyajikan sebarang statemen-statemen sehingga hasilnya dapat digunakan dalam
banyak kasus yang serupa. Pokok bahasan ini merupakan konsep dasar yang sangat
penting dalam mempelajari konsep-konsep matematika yang lebih lanjut.
A. Pentingnya Belajar Logika
Logika membantu
untuk mengatur pemikiran kita dalam memisahkan hal yang benar dari yang salah.
Sering kali kita membuat asumsi yang salah terhadap sesuatu hal, hanya karena
salah menafsirkan. Disini logika dapat membantu kita menghindari salah penafsiran,
dan meningkatkan daya berfikir secara analitis. Simbol-simbol (notasi) dalam
logika merupakan sarana yang sangat penting dalam melakukan penalaran.
Notasi adalah suatu
alat untuk mempresentasikan suatu obyek (obyek ini dapat berupa benda, kalimat,
bilangan-bilangan, dan sebagainya). Karena dengan adanya notasi dapat
menyatakan secara singkat kalimat verbal yang panjang menjadi kalimat yang
pendek dan penuh arti. Kalimat verbal yang berlebihan cenderung tidak jelas,
dan sebaliknya penggunaan notasi yang berlebihan juga cenderung membuat materi
itu menjadi sulit untuk dipelajari. Oleh karena itu penggunaan notasi harus
dijaga agar tidak menghilangkan kelengkapan kalimat yang diwakili.
Contoh:
Ada sebuah bilangan yang jika ditambah dengan 2
menghasilkan 5. Cari bilangan itu? Maka dapat ditulis dengan kalimat yang lebih
singkat:
Selesaikan persamaan x + 2 = 5
Ada beberapa catatan dalam penggunaan notasi
diantaranya adalah:
1.
Untuk menunjukkan obyek yang spesifik, gunakan huruf atau simbol tertentu.
2.
Setiap huruf atau simbol dapat digunakan untuk mewakili suatu obyek.
3. Ada
simbol-simbol tertentu yang mewakili obyek-obyek tertentu.
4.
Sekali sebuah simbol sudah dipakai untuk mewakili suatu obyek, harus digunakan
secara konsisten untuk mewakili hanya obyek itu saja.
Logika simbolik
merupakan logika formal yang cenderung bersifat teknis dan ilmiah. Ada dua
pendapat tentang logika simbolis yaitu:
1.
Logika simbolis adalah ilmu tentang penyimpulan yang sah, khususnya yang
dikembangkan dengan pengunaan metode-metode matematika dan dengan bantuan
simbol-simbol khusus sehingga dapat terhindar dari makna arti ganda dari bahasa
sehari-hari.
2.
Pemakaian simbol-simbol matematika untuk mewakili bahasa. Simbol-simbol itu
diolah sesuai dengan aturan-aturn yang diberlakukan dibidang matematika untuk
menetapkan apakah pernyataan bernilai benar atau salah.
Demikian juga
ketidakjelasan berbahasa dapat dihindari dengan menggunakan simbol-simbol ini,
karena setelah problem diterjemahkan ke dalam notasi simbolik, penyelesaiannya
menjadi bersifat mekanis.
B. Pernyataan
Unit terkecil yang
berhubungan dengan logika (proposisional) adalah kalimat. Kalimat-kalimat yang
diperhatikan dalam logika bukan sebarang kalimat tetapi kalimat-kalimat yang
bernilai benar atau salah, tetapi tidak keduanya. Jenis kalimat ini disebut pernyataan
atau statemen (statement). Setiap pernyataan adalah sebuah
kalimat, tetapi sebuah kalimat belum tentu sebuah pernyataan. Hanyalah
kalimat-kalimat yang bersifat “menerangkan sesuatu” (kalimat deklaratif)
yang dapat digolongkan sebagai pernyataan. Akan tetapi, tidak semua kalimat
yang menerangkan sesuatu dapat digolongkan sebagai pernyataan.
Jadi, pernyataan
adalah kalimat deklaratif yang bernilai benar atau salah, tetapi tidak
keduanya. Istilah lain dari pernyataan adalah proposisi (propositions)
atau kalimat tertutup. Jika sebuah pernyataan benar, maka pernyataan
tersebut dikatakan mempunyai nilai kebenaran “benar”; jika sebuah
pernyataan salah, maka nilai kebenarannya adalah “salah”.
Contoh 1.1
Berikut ini adalah contoh pernyataan:
(a) Bumi adalah bulat.
(b) 2 + 3 = 5 .
Kalimat (a) dan (b) adalah pernyataan dengan nilai
kebenaran “benar”.
Contoh 1.2
Berikut ini adalah contoh bukan pernyataan:
(a) Bukalah pintu itu!
(b) Apakah anda dapat berbahasa Cina?.
Kalimat (a) adalah perintah dan kalimat (b) adalah
pertanyaan.
C. Pernyataan Majemuk dan Penghubung
Logika
1. Pernyataan Majemuk
Kalimat-kalimat
sederhana yang benar atau salah adalah dasar dari pernyataan. Kalimat-kalimat
yang lebih besar dan kompleks dapat dikonstruksi dari pernyataan dasar dengan
mengkombinasikannya dengan penghubung logika (connectives). Jadi,
proposisi dan penghubung logika adalah unsur dasar dari logika proposisional.
Dalam matematika, huruf-huruf x, y, z,... melambangkan
variabel yang dapat diganti dengan bilangan riil dan variabel-variabel ini
dapat dikombinasikan dengan operasi hitung +, ´, -, dan ¸. Dalam logika,
huruf-huruf p,q, r,... melambangkan variabel-variabel
pernyataan, artinya variabel yang dapat diganti dengan pernyataan.
Contoh 1.3
Berikut ini adalah contoh variabel pernyataan:
p : 2 + 3 = 5 .
q : 2 adalah bilangan
prima.
r : 2 adalah bilangan
rasional.
Pernyataan-pernyataan
yang disajikan dengan huruf-huruf p, q dan r dinamakan
sebagai pernyataan primitif.
Variabel-variabel
pernyataan dapat digabungkan dengan penghubung-penghubung logika untuk
memperoleh pernyataan majemuk. Nilai kebenaran dari sebuah
pernyataan majemuk hanya bergantungpada nilai-nilai kebenaran dari
variabel-variabel pernyataannya (komponen-komponennya) dan pada jenis
penghubung logika yang digunakan. Sebagai contoh, kita dapat mengkombinasikan
variabel-variabel pernyataan dalam Contoh 1.3 dengan penghubung dan (and)
untuk membentuk pernyataan majemuk
2 adalah bilangan
prima dan 2 adalah bilangan rasional
atau
q dan r .
Hubungan dari nilai kebenaran pernyataan majemuk dan
variabel-variabel
penyusunnya dapat disajikan dengan sebuah tabel. Tabel
ini menyajikan nilai dari sebuah pernyataan majemuk untuk semua nilai yang
mungkin dari variabel-variabel penyusunnya dan disebut tabel kebenaran.
Dalam
membuat tabel kebenaran, ditulis “T” untuk benar (True)
dan “F” untuk salah (False).
2. Penghubung Logika
Ada lima jenis penghubung logika yang dapat dipakai
untuk menggabungkan pernyataan-pernyataan menjadi pernyataan majemuk, yaitu:
negasi, konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi. Tabel 1.1 menyajikan
jenis, simbol dan bentuk dari lima penghubung logika.
Tabel 1.1
Jenis Penghubung
|
Simbol
|
Bentuk
|
Negasi
|
¬
|
tidak …
|
Konjungsi
|
˄
|
…dan…
|
Disjungsi
|
˅
|
…atau…
|
Implikasi
|
Þ
|
Jika… maka…
|
Biimplikasi
|
Û
|
...Jika dan hanya jika...
|
a. Negasi
Misalkan p sebuah pernyataan. Negasi
(ingkaran) dari p adalah pernyataan tidak p , yang dilambangkan
dengan ¬ . Jadi, jika p
bernilai benar, maka ¬p bernilai salah, dan jika p bernilai salah, maka
¬p bernilai benar. Tabel kebenaran ¬p
relatif terhadap p disajikan dalam Tabel 1.3.
Tabel 1.3.
p
|
¬p
|
T
|
F
|
F
|
T
|
Contoh 1.4
Tentukan negasi dari pernyataan-pernyataan berikut:
(a) p : 2 +
3 > 5
(b) q : 5 -
2 = 3
(c) r : Hari
ini hujan
Penyelesaian:
(a) ¬p
: 2 + 3 £ 5
(b) ¬q
: 5- 2 ¹ 3
(c) ¬r
: Hari ini tidak hujan.
b. Konjugasi
Misalkan p dan q adalah pernyataan.
Konjungsi dari p dan q adalah pernyataan majemuk “ p dan q
”, yang dilambangkan dengan p ˄
q. Pernyataan majemuk p ˄
q bernilai benar jika p dan q keduanya benar. Pernyataan
majemuk p ˄ q bernilai
salah jika salah satu p atau q salah, atau p dan q
keduanya salah.
Tabel 1.4.
p
|
q
|
p ˄ q
|
T
|
T
|
T
|
T
|
F
|
F
|
F
|
T
|
F
|
F
|
F
|
F
|
Contoh 1.5
Bentuklah konjungsi dari p dan q :
(a) p : 2 +
3 > 5 ; q : 5 - 2 = 3
(b) p : -3
> -7 ; q : 3 < 5
Penyelesaian:
(a) p ˄ q: 2 + 3 > 5 dan 5 - 2 = 3
(F)
(b) p ˄ q: - 3 > -7 dan 3<5
(T)
c. Disjungsi
Disjungsi dari pernyataan-pernyataan p dan q
adalah pernyataan majemuk “ p atau q ”, yang dilambangkan
dengan p ˅ q.
Pernyataan majemuk p ˅ q
bernilai benar jika salah satu p atau q benar atau kedua-duanya
benar. Dalam praktek, kadang-kadang ditulis “dan/atau”. Sedangkan kata ”atau”
dalam arti eksklusif dilambangkan dengan ⊻
. Pernyataan majemuk p˅q bernilai
benar jika salah satu benar tetapi tidak keduanya p atau q benar.
Tabel kebenaran p ˅ q dan
p˅q disajikan dalam
Tabel 1.5.
Tabel 1.5.
p
|
q
|
p˅q
|
p⊻ q
|
T
|
T
|
T
|
F
|
T
|
F
|
T
|
T
|
F
|
T
|
T
|
T
|
F
|
F
|
F
|
F
|
Contoh 1.6
Bentuklah disjungsi dari p dan q :
(a) p : 2 + 3 ¹ 5; q : 5 < 3
Penyelesaian:
(a) p ˅
q : 2 + 3 ¹ 5 atau 5 < 3 (F)
d. Implikasi
Misalkan p dan q adalah pernyataan.
Pernyataan majemuk “jika p , maka q ”, yang dilambangkan dengan p
Þ q disebut pernyataan bersyarat atau implikasi.
Pernyataan p disebut hipotesis atau anteseden (antecedent)
dan q disebut konklusi atau konsekuen (consequent).
Pernyataan majemuk p Þ q bernilai salah jika p benar dan q salah.
Dalam kemungkinan lainnya, p Þ q bernilai benar. Tabel kebenaran p Þ q disajikan dalam
Tabel 1.6.
Tabel 1.6.
p
|
q
|
p Þ q
|
T
|
T
|
T
|
T
|
F
|
F
|
F
|
T
|
T
|
F
|
F
|
T
|
Contoh 1.7
Tulislah implikasi dari p dan q :
a) p : Saya lapar; q : Saya akan makan¬
b) p : 2 adalah bilangan prima; q : 2
< 4
Penyelesaian:
a) Jika saya lapar, maka saya akan makan
b) Jika 2 adalah bilangan prima, maka 2 < 4 .
e. Biimplikasi
Misalkan p dan q adalah pernyataan.
Pernyataan majemuk “ p jika dan hanya jika q ”, yang dilambangkan
dengan pÛq disebut biimplikasi
atau ekuivalensi. Tabel kebenaran pÛq
disajikan dalam Tabel 1.7. Pernyataan majemuk pÛq
bernilai benar jika p dan q keduanya
benar atau keduanya salah. Biimplikasi pÛq
juga dinyatakan sebagai p adalah syarat perlu
dan cukup untuk q .
Tabel 1.7.
p
|
q
|
pÛq
|
T
|
T
|
T
|
T
|
F
|
F
|
F
|
T
|
F
|
F
|
F
|
T
|
Contoh 1.8
Apakah biimplikasi berikut benar?
3 < 4 jika dan hanya jika 4 - 3 > 0.
Penyelesaian:
Misalkan p adalah pernyataan 3 < 4 dan q adalah
pernyataan 4 - 3 > 0 Karena p dan q keduanya bernilai benar,
maka disimpulkan bahwa pÛq bernilai benar.
untuk materi logika predikat yang merupakan lanjutan dari logika proposisi dapat di unduh di sini
untuk materi logika predikat yang merupakan lanjutan dari logika proposisi dapat di unduh di sini
Komentar
Posting Komentar